Ketua PC PMII Sumenep, Khoirus Soleh, menegaskan bahwa demonstrasi adalah hak konstitusional rakyat. “Hilangnya nyawa tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun,” katanya.
Ketua DPC GMNI Sumenep, Roni Ardiyanto, menyebut tragedi ini sebagai tamparan keras bagi nilai kemanusiaan dan keadilan. “Kami mengutuk keras tindakan represif aparat dan mendesak agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Ketua PC HMI Sumenep, Faishol Ridho, menilai insiden tersebut menunjukkan gagalnya reformasi Polri. “Peristiwa ini melemahkan kepercayaan publik dan mengancam demokrasi serta HAM,” ungkapnya.
Konsolidasi Akbar itu dijadwalkan berlangsung pukul 20.00 WIB malam ini di pusat kota. Agenda kegiatan meliputi kajian bersama dan teklap untuk merumuskan langkah strategis gerakan mahasiswa.
Cipayung Plus Sumenep menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka berharap tragedi Affan Kurniawan menjadi momentum evaluasi serius terhadap institusi kepolisian. (mkt)







