Bupati memandang soliditas organisasi menjadi kunci keberhasilan pembinaan. Perbedaan pandangan harus diselesaikan secara internal dengan komunikasi yang sehat dan saling menghormati.
Ia juga mendorong penguatan sinergi antara pengurus, sekolah, klub lokal, pelatih, dan orang tua. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan ekosistem olahraga yang produktif dan berdaya saing.
Dengan sistem pembinaan yang terintegrasi, ia optimistis atlet Sumenep mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. Bahkan, ia berharap ke depan atlet lokal justru dikontrak oleh klub luar daerah.
Sementara itu, pengurus baru Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Kabupaten Sumenep menyatakan komitmen menjalankan seleksi terbuka dan terukur. Langkah awal dilakukan melalui penjaringan atlet usia dini sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang.
Melalui regenerasi yang konsisten dan transparansi yang dijaga, masa depan voli Sumenep diyakini akan semakin cerah. Pemerintah daerah pun optimistis olahraga menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas. (*mkt)







