Sultan Abdurrahman Pakunataningrat dikenal sebagai pemimpin yang memadukan tata kelola pemerintahan dengan kekuatan spiritualitas. “Beliau tidak hanya kuat dalam pemerintahan, tetapi juga berhasil membangun harmoni sosial dan kehidupan keagamaan yang kokoh,” ungkapnya.
Bupati Fauzi menyebut para sultan telah meletakkan dasar masyarakat religius, berbudaya, dan menjunjung tinggi persatuan. “Warisan inilah yang harus kita jaga dan aktualisasikan di tengah tantangan zaman,” lanjutnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat ukhuwah dan kebersamaan. “Semangat pengabdian Sultan Abdurrahman harus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk membangun Sumenep yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tandasnya.
Sementara itu, Panitia Pelaksana Yayasan Bina Pakoe Insani, RBMS Hadi Pradipta, menyatakan haul ke-IV ini menjadi ajang doa bersama sekaligus silaturahmi keluarga besar keraton dan masyarakat. “Kami berharap haul ini menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kepedulian sosial,” pungkasnya.
Kehadiran Wakil Bupati Imam Hasyim, tokoh masyarakat, ulama, serta perwakilan OPD menegaskan bahwa haul bukan sekadar tradisi tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang kolektif menjaga warisan sejarah, budaya, dan spiritualitas dalam pembangunan Kabupaten Sumenep. (*mkt)







