“Saya masih proses validasi. Belum tahu lolos atau tidak. Tapi semoga ada rezekinya juga,” tuturnya.
Faiqotul Hasanah, pekerja di CV. Anugerah Jaya Honda Motor, mengatakan dirinya tidak didaftarkan ke BPJS oleh perusahaan.
“Saya tahu soal BSU. Tapi saya tidak ikut BPJS. Katanya, karena itu bayar, dipotong dari gaji dan separuhnya dari perusahaan,” katanya.
Hal serupa juga ditemui di FIF Finance dan BMT NU Saronggi. Beberapa karyawan belum mengetahui informasi teknis atau tidak terdaftar di BPJS.
Minimnya informasi dan rendahnya kepatuhan perusahaan mendaftarkan pekerja menjadi tantangan dalam penyaluran BSU tahun ini.
Pemerintah diminta lebih aktif menyosialisasikan program BSU. Jalur komunikasi tak hanya melalui media, tapi juga lewat perusahaan dan BPJS langsung.
BSU 2025 ditargetkan menjangkau lebih dari 17 juta pekerja formal, termasuk guru honorer. Dana dijadwalkan cair penuh sebelum 14 Juni. (mkt)







