“Media ini nanti akan tersedia di seluruh desa. Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman dan adil untuk menjamin kesetaraan hak seluruh masyarakat, terutama perempuan,” tambahnya.
Kata Arif, PosCurhat sejatinya bukan program baru di lingkungan Pemkab Sumenep.
“PosCurhat pernah berjalan di sejumlah desa, tapi tidak aktif dalam perkembangannya. Oleh karena itu, kami rasa perlu untuk menghidupkan kembali fasilitas ini agar fungsinya dapat dirasakan masyarakat,” terangnya.
Arif berharap masyarakat antusias untuk turut terlibat dalam setiap pengambilan kebijakan dengan proaktif menyampaikan gagasan dan aspirasi yang selama ini diharapkan.
“Kami berharap PosCurhat menjadi media komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan Sumenep yang lebih inklusif,” tutupnya.(*/mkt)







