banner 728x250

PMII Sumenep Gelar Istighasah 5 Titik, Doakan Pejabat Korup “Miskin Tujuh Turunan”

Kader PMII Sumenep menggelar istighasah di depan Kantor Pemkab saat Harlah ke-66
Ratusan kader PMII Sumenep menggelar istighasah di lima titik strategis pada Jumat (17/04/2026), sebagai bentuk kritik moral terhadap pejabat korup sekaligus doa untuk keselamatan negeri.

SUMENEP, taneyan.idPMII Sumenep menggelar istighasah di lima titik strategis pada Jum’at (18/04/2026) dalam rangka Harlah ke-66. Kegiatan ini sekaligus menjadi kritik terbuka terhadap praktik korupsi di lingkungan kekuasaan.

Ratusan kader turun ke lapangan sejak siang hingga sore dengan membawa satu pesan tegas. Mereka mendoakan pejabat korup agar mendapat balasan, termasuk “miskin tujuh turunan”.

Ketua Umum PC PMII Sumenep, Khoirus Soleh, menyebut agenda ini sebagai bentuk napak tilas kezaliman struktural. “Ini napak tilas kezaliman struktural,” tegasnya.

Eros, sapaan akrabnya, menegaskan doa menjadi senjata moral selain aksi demonstrasi. “Kami tidak hanya turun aksi, tapi juga melawan dengan doa,” ujarnya.

Titik pertama digelar di depan Kantor Pemkab Sumenep sebagai simbol pusat kekuasaan eksekutif. Di lokasi ini, massa memohon hidayah bagi pejabat dan balasan bagi yang mengkhianati rakyat.

Aksi berlanjut ke depan Kantor DPRD Sumenep dengan sorotan pada wakil rakyat. Mereka didoakan agar tetap setia pada sumpah jabatan dan tidak mengabaikan kepentingan petani.

Di titik ketiga, tepat di depan Polres Sumenep, doa dipanjatkan untuk aparat penegak hukum. “Kuatkan yang jujur, dan beri balasan bagi yang melindungi kejahatan,” ucapnya.

Selanjutnya, massa bergerak ke Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep. “Beri keberanian bagi yang amanah, dan hukum yang bermain dengan koruptor,” lanjutnya dalam doa.

Rangkaian ditutup di Taman Bunga Sumenep dengan doa untuk keselamatan negeri. PMII memohon Indonesia dijauhkan dari bencana dan kepemimpinan yang zalim.

Ia menegaskan bahwa kekuasaan yang tidak berpihak pada rakyat akan dilawan. “Dari Pemkab sampai Taman Bunga, kami ingin menyampaikan bahwa kekuasaan yang tidak berpihak pada rakyat akan kami lawan,” tegasnya.

Aksi berlangsung tertib dan damai tanpa insiden berarti. “Doa orang terzalimi itu tembus langit,” pungkasnya.(mkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *