banner 728x250

Milad ke-62 IMM Sumenep Jadi Momentum Penguatan Literasi Politik Kader

Suasana panel diskusi atau "Sekolah Politik" yang menghadirkan narasumber dari berbagai unsur di atas panggung formal.
Sesi diskusi "Sekolah Politik" yang menghadirkan tokoh pemerintahan dan akademisi untuk membedah dinamika demokrasi bagi kader mahasiswa.

SUMENEP, taneyan.idPimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sumenep menjadikan peringatan Milad ke-62 IMM sebagai momentum untuk memperkuat literasi politik kader. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sekolah Politik yang menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan milad.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen penting di Kabupaten Sumenep, mulai dari unsur pemerintah daerah hingga tokoh Muhammadiyah. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menandai dukungan luas terhadap penguatan kapasitas intelektual generasi muda.

Tercatat hadir Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid, SE., M.Si, perwakilan Kesbangpol Abd. Kadir Jailani, SE., serta Kasat Intel Polres Sumenep AKP Moh. Kohar. Turut hadir pula Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumenep Dr. Moh. Zeinuddin, SH., SH.I., M.Hum.

Ketua Umum PC IMM Sumenep Moh. Ridho Ilahi Robbi, SM. menjelaskan bahwa Milad ke-62 IMM mengusung tema besar “Bergerak dan Berdampak untuk Indonesia.” Di tingkat daerah, tema tersebut diterjemahkan menjadi gerakan “Bergerak dan Berdampak untuk Sumenep.”

 

Orasi semangat Ketua Umum PC IMM Sumenep, Moh. Ridho Ilahi Robbi, di atas podium dengan mengepalkan tangan kiri saat momentum Milad ke-62 IMM.
Ketua Umum PC IMM Sumenep, Moh. Ridho Ilahi Robbi, saat menyampaikan orasi terkait gerakan intelektual yang berdampak dalam rangka Milad ke-62 IMM.

 

Ridho menegaskan bahwa peringatan milad tidak hanya dimaknai sebagai seremoni organisasi semata. “Milad ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kualitas kader melalui gerakan intelektual yang berdampak,” ujarnya.

Ia menyebut salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Sekolah Politik bagi kader IMM. “Sekolah politik ini kami selenggarakan agar kader IMM tidak buta terhadap dinamika politik yang berkembang di masyarakat,” kata Ridho.

Menurutnya, politik merupakan bagian penting dari kehidupan berbangsa dan bernegara yang perlu dipahami secara kritis. “Kader IMM harus mampu melihat politik secara rasional dan bertanggung jawab, bukan sekadar mengikuti arus,” tambahnya.

Dalam forum Sekolah Politik tersebut, PC IMM Sumenep menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki pengalaman dalam dunia politik dan gerakan kepemudaan. Mereka berbagi pandangan tentang tantangan demokrasi serta peran strategis generasi muda di dalamnya.

Anggota DPRD Sumenep Fraksi NasDem Ahmad Juhairi, S.IP., M.Phil menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses demokrasi. “Mahasiswa tidak boleh apatis terhadap politik, karena masa depan demokrasi sangat ditentukan oleh kualitas partisipasi generasi muda,” ujarnya.

Foto bersama pengurus PC IMM Sumenep, tokoh masyarakat, kepolisian, dan anak-anak yatim di depan spanduk Resepsi Milad ke-62 IMM dengan paket bantuan beras di depan panggung.
Sebagai wujud kepedulian sosial dalam Resepsi Milad ke-62, PC IMM Sumenep memberikan santunan kepada anak yatim dan kaum duafa dari Desa Bulla’an.

Selain kegiatan intelektual, PC IMM Sumenep juga menggelar aksi sosial berupa santunan kepada anak yatim dan kaum duafa dari desa binaan IMM di Desa Bulla’an, Kecamatan Batuputih. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial IMM terhadap masyarakat sekitar. (sfq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *