banner 728x250

Isra’ Mi’raj 2026 di Sumenep: Spirit Keimanan Berbuah Aksi Sosial Nyata

Jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Sumenep berfoto bersama anak-anak yatim pemegang voucher belanja dalam acara peringatan Isra' Mi'raj dan Festival Kreasi Anak Yatim 2026 di Pendopo Agung Keraton Sumenep.
Momen kebersamaan Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama anak-anak yatim dalam acara Isra' Mi'raj dan Festival Kreasi Anak Yatim 2026 yang berlangsung khidmat di Pendopo Agung Keraton, Minggu (15/2/2026).

SUMENEP, taneyan.id – Spirit keimanan menjelma menjadi aksi sosial nyata dalam Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 2026 di Kabupaten Sumenep. Pemerintah daerah memadukan kekuatan religius dan kepedulian sosial dalam satu momentum yang sarat makna.

Kegiatan yang dirangkai dengan Festival Kreasi Anak Yatim itu digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Minggu (15/2/2026). Suasana khidmat berpadu dengan keceriaan anak-anak yang tampil penuh percaya diri.

Sebanyak 757 anak yatim menerima santunan dan voucher belanja Pasar Minggu UMKM senilai Rp150 ribu per anak. Bantuan tersebut menjadi simbol kehadiran pemerintah yang ingin lebih dekat dan menyentuh hati.

Kepala Bagian Kesra Setdakab Sumenep, Kamiludin, menegaskan bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar seremoni tahunan. “Ini momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan sekaligus menghadirkan dampak langsung bagi anak-anak yatim,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah ingin anak-anak yatim merasakan perhatian yang tulus dan berkelanjutan. “Kami ingin mereka tumbuh dengan semangat dan rasa percaya diri yang kuat,” tegasnya.

Festival Kreasi Anak Yatim menjadi panggung ekspresi yang memberi ruang bagi bakat seni dan budaya mereka. Penampilan demi penampilan mendapat apresiasi hangat dari para undangan yang hadir.

Kegiatan tersebut turut didukung oleh BAZNAS Kabupaten Sumenep sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Kolaborasi ini memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan memberi manfaat nyata.

Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, R. Syahwan Efendi, yang mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, perpaduan nilai religius dan kepedulian sosial merupakan langkah positif yang patut dijaga.

“Anak yatim adalah tanggung jawab kita bersama, dan kepedulian seperti ini harus terus dirawat,” ujarnya. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi budaya solidaritas.

Di akhir acara, Bupati Sumenep dijadwalkan mengantar langsung anak-anak yatim berbelanja di Pasar Minggu UMKM. Momentum itu menjadi penegas bahwa pembangunan daerah tak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada nilai keimanan dan kemanusiaan yang kokoh. (*mkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *