banner 728x250

Stabilitas Jadi Fondasi Pembangunan, Bupati Sumenep Rangkul Kekuatan Moral Masyarakat

Suasana khidmat para alim ulama dan tokoh masyarakat duduk bersila dalam acara silaturahim di Pendopo Keraton Sumenep.
Ratusan tokoh agama dan masyarakat berkumpul untuk mempererat harmoni sosial sebagai fondasi pembangunan daerah.

SUMENEP, taneyan.id – Komitmen membangun daerah tak hanya diwujudkan lewat program dan angka-angka, tetapi juga dengan merawat harmoni sosial sebagai fondasi utama. Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan bahwa stabilitas dan persatuan adalah kunci menjaga arah pembangunan tetap kokoh dan berkelanjutan.

Penegasan itu disampaikan dalam forum silaturahim bersama alim ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (27/02/2026), dalam suasana khidmat dan penuh keakraban.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, hadir langsung menyapa para tokoh yang selama ini menjadi penopang harmoni sosial. Ia menegaskan bahwa pembangunan tak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan kekuatan spiritual dan sosial.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo duduk bersama tokoh agama di Pendopo Agung Keraton.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (tengah), saat menghadiri forum silaturahim bersama alim ulama di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (27/02/2026).

“Peran alim ulama dan tokoh masyarakat sangat strategis dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta stabilitas sosial,” tegasnya. Menurutnya, tanpa kondusivitas, pembangunan tidak akan berjalan maksimal.

Bupati Fauzi menekankan bahwa kemajuan daerah bukan semata soal anggaran dan banyaknya program. Yang lebih menentukan adalah kuatnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Ia menyebut dukungan moral, nasihat, serta doa para ulama sebagai energi yang menguatkan arah kebijakan. “Kami sangat membutuhkan doa dan dukungan agar seluruh program pembangunan berjalan lancar dan memberi kesejahteraan,” ujarnya.

Silaturahim tersebut bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Pemerintah daerah menjadikannya ruang dialog terbuka untuk menyerap aspirasi dan mempererat komunikasi.

Komitmen merawat toleransi dan gotong royong terus digaungkan sebagai nilai dasar pembangunan. Pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan berpijak pada harmoni sosial yang kokoh.

“Kebersamaan dan sinergi seluruh elemen masyarakat adalah kekuatan utama mendorong kemajuan daerah,” tandasnya. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga Sumenep tetap aman dan damai.

Acara ditutup dengan tausiyah dan doa bersama, memohon keberkahan serta kemajuan bagi daerah. Momentum ini menjadi pesan kuat bahwa Sumenep memilih jalan kebersamaan sebagai strategi membangun masa depan. (*mkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *