banner 728x250

Bupati Fauzi: ASN Tak Boleh Biasa-Biasa, Kinerja Harus Terukur dan Berdampak

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo tampak dari belakang sedang memberikan amanat di atas mimbar saat apel gabungan ASN di halaman Kantor Pemkab Sumenep. Di hadapannya, barisan ASN berseragam cokelat (khaki) mengikuti jalannya upacara dengan khidmat.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat memimpin apel gabungan ASN sekaligus menyerahkan penghargaan SAKIP 2025 di halaman Kantor Pemkab Sumenep, Senin (22/12/2025). (ISTIMEWA)

SUMENEP, taneyan.id Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak boleh bekerja biasa-biasa saja, melainkan harus memiliki kinerja yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel gabungan ASN Pemerintah Kabupaten Sumenep yang dirangkai dengan penyerahan Reward Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2025 di halaman Kantor Pemkab Sumenep, Senin (22/12/2025).

Apel gabungan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumenep, jajaran Asisten Sekdakab, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat eselon III dan IV, serta pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Sumenep.

Mengawali amanatnya, Bupati Fauzi menyampaikan rasa syukur atas cuaca cerah yang mengiringi pelaksanaan apel. Ia juga mendoakan seluruh ASN agar senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Setiap daerah memiliki situasi dan tantangan yang berbeda, sehingga perencanaan harus benar-benar matang dan terukur,” kata Bupati Fauzi di hadapan peserta apel.

Ia mengingatkan agar penyusunan program tidak dilakukan secara tergesa-gesa tanpa indikator kinerja yang jelas. “Jangan sampai program yang kita buat justru tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Sumenep juga menyerahkan penghargaan SAKIP 2025 kepada perangkat daerah dengan capaian kinerja terbaik sebagai bentuk apresiasi atas akuntabilitas kerja.

Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep meraih peringkat pertama dengan piagam dan uang pembinaan Rp15 juta, disusul Bappeda sebesar Rp10 juta, serta Inspektorat dengan Rp5 juta.

Menurut Bupati Fauzi, penghargaan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai seremoni semata. “Ini harus menjadi pemicu semangat dan motivasi agar OPD terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.

Selain kinerja, ia juga menekankan pentingnya etika dan komunikasi aparatur kepada masyarakat. “Kita hadir untuk melayani, bukan untuk dilayani. Jangan sampai masyarakat kecewa karena komunikasi yang tidak tepat,” katanya.

Menutup amanatnya, Bupati Fauzi mengingatkan seluruh ASN untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem serta mempercepat realisasi program dan anggaran Tahun 2025 demi menjaga kepercayaan publik. (mkt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *